KOMPOS

Karena kebutuhan manusia terus bertambah maka sampah yang dihasilkan juga bertambah. Karena sampah semakin banyak, maka timbul kesulitan untuk mengelola sampah terutama bagi pengelola kebersihan di kota yang berakibat banyaknya sampah yang tidak tertangani dengan baik dan terbuang di banyak tempat.

Seperti di tempat saya di Medan, di setiap jalanan kota pasti terlihat sampah plastik, kertas, rokok, dll. Mengapa hal itu terjadi? Semua karena ketidak-tahuan masyarakat atas sampah bahkan ketidak-pedulian masyarakat atas sampah oleh karena faktor kemalasan dan dampak kriminalitas lainnya seperti pencurian tong sampah.

Pengolahan sampah yang tidak baik menimbulkan berbagai masalah, seperti pencemaran lahan kosong, sungai /air, banjir, pencemaran gas dan lindi di TPA. Jika TPA sudah penuh, apa yang terjadi? Tentu akan dibuka TPA yang baru yang berdampak apa? Estetika lingkungan menjadi buruk, pemanasan global (Global Warming), perkembangan kecoa, lalat, tikus, dan berbagai penyakit yang berujung terganggunya ekosistem dan terancamnya kehidupan semua makhluk hidup.

Apa anda mau di sebelah kamar anda ada TPA oleh karena ketidak-tahuan bahkan ketidak-pedulian anda?

Agar tidak menimbulkan penyakit dan tidak mengganggu lingkungan, sampah harus dikelola dengan baik dengan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) atau (Pemanfaatan kembali, Pengurangan, Pendaur-ulangan).

Pengelolaan sampah:

Tempatkan sampah organik (sayur, buah, makanan, daun yang bisa diubah menjadi kompos), sampah plastik, sampah kertas, sampah an-organik yang tidak bisa didaur-ulang secara terpisah. Jika ada makanan hasil laut, harus dimasak / direbus terlebih dahulu sebelum dibuang.

Kompos.

Kompos adalah jasad renik yang mampu mengurai sampah organic menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan bisa mmberi pangan kembali bagi tanaman. Kompos mengandung unsure hara mikro yang berguna untuk menyehatkan tanaman.

Kompos terbagi dua : kompos curah dan kompos kemasan. Kompos yang dihasilkan dari sampah memiliki fungsi lingkungan yang sangat baik.

Ciri kompos yang baik itu berwarna coklat kehitaman dan berbau seperti tanah subur atau humus. Jika kita bisa membuat kompos sendiri, berarti kita mengurangi bahkan menghentikan penjualan tanah humus yang berasal dari hutan. Yang juga berarti kita mengurangi erosi dan banjir dan menjaga hutan dan tanah sebagai resapan air.

Manfaat.

  1. Bahan tepat untuk reklamasi lahan bekas pertambangan
  2. Mendukung penghijauan lingkungan
  3. Mengembalikan mutu dan kegemburan tanah
  4. Sebagai media pertumbuhan plankton pada lapisan dasar tambak
  5. Mengurangi beban pengelolaan sampah di kota

Pembuatan kompos bisa dilakukan dimana saja, seperti di rumah, lingkungan, dan skala kota.

Pengomposan di perumahan.

*dengan lahan sederhana

Membuat kompos di rumah tidak sulit, cara yang paling sederhana adalah dengan gali urug. Cara ini dapat dilakukan bila tersedia lahan kosong (halaman) sehingga tidak mengganggu tetangga.

  1. Gali tanah sedalam 50-100 cm ( jaga jarak dari sumur sejauh 10 meter jika ada sumur / sumber air)
  2. Isi lubang dengan sampah organik yang sudah terpisah dari sampah an-organik
  3. Taburi sampah dengan tanah secara berkala untuk mengurangi bau
  4. Tutup lubang bila sudah penuh dengan sampah organik (lubang dapat digali ulang dan dipakai kembali sekitar 3 bulan)
  5. Digali kembali dan diangin-anginkan

*dengan lahan terbatas (luas tanah min 1m2)

a.    Sediakan drum / container dengan ukuran bervariasi (drum 150 liter bisa dipakai sekitar 2 tahun untuk keluarga dengan 5 orang)

b.    Lubangi drum di bagian dasar untuk rembesan

c.    Tanam sekitar 10 cm dari permukaan tanah

d.    Sampah organik dimasukkan tiap hari ke dalam wadah

e.    Taburi dengan sedikit tanah /serbuk gergaji / kapur (bila ada)

f.     Tambahkan kotoran binatang (bila ada dapat meningkatkan kualitas kompos)

g.    Setelah penuh ditaburi tanah lagi, diamkan selama 3 bulan

h.    Keluarkan isinya dengan menggunakan sekop, lalu diangin-anginkan selama 2 minggu

*dengan lahan terbatas (tidak ada lahan tanah)

a.    Sediakan pot tanaman / kaleng bekas cat, biscuit /  wadah lain

b.    Lubangi bagian dasar dan letakkan di atas wadah berbentuk piring untuk menampung rembesan

c.    Masukkan sampah organik (sisa makanan) setiap hari ke dalam wadah

d.    Taburi sedikit tanah /  serbuk gergaji / kapur (bila ada)

e.    Tambahkan kotoran binatang (bila ada dapat meningkatkan kualitas kompos)

f.     Setelah penuh ditaburi dengan tanah dan didiamkan selama 2 bulan sebelum diisi tanaman

Pengomposan di sekolah.

  1. Sampah organik makanan sebagai wadah kompos dengan drum / wadah plastik
  2. Sampah organik daun / rumput sebagai bahan kompos dengan cara gali urug
  3. Sampah non-organik dikumpulkan untuk didaur-ulang
  4. Kebun percobaan dapat dilakukan untuk memberikan gambaran nyata tentang manfaat kompos bagi tanaman (bila ada)

Pengomposan di kantor.

  1. Sampah daun dikomposkan dengan gali urug atau bak kompos
  2. Sampah makanan dikomposkan dengan drum / wadah plastik
  3. Sampah plastik, kertas, dll dikumpulkan untuk didaur-ulang

Pengomposan skala lingkungan.

  1. Pemupukan
  2. Pembalikan
  3. Penyiraman
  4. Pematangan (dijemur di bawah sinar matahari tapi dijaga tetap lembab)
  5. Pengayakan
  6. Pengemasan
  7. Penyimpanan (ruangan bersirkulasi udara yang baik)

Masalah dan pemecahannya.

*Kompos yang bau busuk dan banyak lalat

Kompos akan bau jika terlalu basah atau tidak cukup udara. Mungkin juga karena terlalu banyak menaruh sisa makanan dan beberapa sampah lain yang basah

Solusi :

  • Tambahkan 2 atau 3 genggam penuh kapur. Aduk kompos untuk mendapatkan udara lebih di dalam tumpukan
  • Mencampur makanan atau potongan rumput dengan serbuk gergaji atau surat kabar sebelum menambah tumpukan tersebut

*tumpukan menjadi sarang tikus, kecoa, semut, belatung

Solusi :

  • Tutup sisa makanan dengan lapisan dari surat kabar, jerami atau taburan tanah
  • Tambahkan kapur dan aduk tumpukan untul mengusir semut dan kecoa
  • Pasang kawat jarring di bawah bak untuk mencegah tikus masuk
  • Jangan menaruh susu, tulang dan makanan hasil laut ke dalam kompos

Question.

*Cara mengetahui kompos sudah siap digunakan?

Warnanya sudah gelap dan mudah hancur / rapuh, baunya seperti tanah subur / humus dan sudah tidak bisa terlihat lagi gumpalan dari makanan atau sisa lainnya.

*Berapa lama kompos akan siap digunakan?

Biarkan tumpukan bahan kompos selama 2 minggu pertama. Setelah itu, aduk tumpukan kompos tersebut setiap minggu selama 8-10  minggu untuk menghasilkan kompos yang baik. Jika memutar tumpukan kompos tidak secara teratur, akan mengakibatkan waktu yang lebih lama untuk menghasilkan kompos yang baik.

*Mana yang lebih baik, kompos di bawah sinar matahari atau di tempat teduh?

Panas matahari akan mempercepat proses, tetapi ingat panas juga akan mengeringkannya, jadi  harus dijaga selalu lembab.

*Dapatkah tulang atau sisa daging dikomposkan?

Tidak, memasukkan tulang dan daging ke dalam kompos akan dapat menarik lalat, kucing dan tikus.

*Apakah bisa membuat kompos dengan cara menumpuk segala sesuatu dan kemudian mengabaikannya?

Bisa, akan tetapi memerlukan waktu yang sangat lama. Dan harus perlu dibolak-balikan agar ada udara yang mengalir.

*Cara mengeluarkan kompos dari tumpukan apabila sudah matang?

Ambil kompos yang sudah matang dari dasar tumpukan.

*Bagaimana mengetahui kapan harus memutar tumpukan?

Memutar setiap 1-2 minggu akan mempercepat proses. Jika tidak dalam keadaan tergesa-gesa, 1 kali sebulan memungkinkan untuk dilakukan.

GO GREEN TO SAVE OUR EARTH, OUR FUTURE FOR OUR CHILDREN 🙂

Sumber : Booklet “Ayo Buat Kompos” (KLH – JICA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: