Budi Daya Tanaman Jarak

Tanaman jarak merupakan tanaman yang hanya memerlukan teknik budidaya sederhana dan dapat hidup pada tanah yang relative kurang subur, terutama di tanah yang berstruktur ringan dimana tanaman pangan kurang berkembang.

Guna meningkatkan produksi jarak per satuan luas, maka penerapan paket teknologi secara utuh dan peran aktif serta petani maupun kelompoknya perlu mendapatkan perhatian utama.

Paket teknologi yang dianjurkan kepada petani / kelompok tani dalam intensifikasi usaha tani jarak meliputi :

  1. Pemakai  bibit unggul
  2. Penggarapan tanah sesuai baku teknis yang diterbitkan
  3. Penanaman tepat waktu
  4. Pemupukan yang tepat dalam 5 hal : jenis, jumlah, waktu, cara dan tempat
  5. Perlindungan tanaman dari gulma, hama dan penyakit lain yang merugikan
  6. Pengairan yang cukup / sesuai kebutuhan
  7. Pemungutan / pengolahan hasil yang baik dan tepat

Syarat tumbuh.

Agar tanaman jarak dapat memberikan hasil yang optimal, faktor-faktor tumbuh harus diketahui, seperti:

  • Daerah penyebaran

Penyebaran tanaman jarak terletak antara 30o LS sampai 52o LU. Tinggi tempat yang optimal adalah 300-800 meter d.p.l.

  • Suhu

Diperlukan iklim yang kering dan panas terutama pada saat berbuah. Suhu rendah pada waktu tanam dan pembungaan bisa sangat merugikan karena akan tumbuh jamur. Sebaliknya pada suhu tinggi (>38oC) pada saat pembungaan bisa membuat bunga menjadi kering. Suhu tumbuh yang baik bagi tanaman jarak adalah 20oC – 26oC.

  • Kelembaban

Kelembaban yang tinggi dapat memicu perkembangan jamur dan cendawan.

  • Lama penyinaran

Tanaman jarak tergolong tanaman hari panjang yaitu memerlukan sinar matahari langsung secara terus menerus sepanjang hari, sehingga tanaman jarak tidak boleh terlindung tanaman lainnya yang akan menghambat pertumbuhannya.

  • Curah hujan

Intensitas hujan, hari hujan per bulan, dan panjang bulan basah merupakan faktor utama yang mempengaruhi tanaman jarak. Faktor-faktor ini bisa mengakibatkan timbulnya cendawan dan bakteri, baik pada bagian atas maupun di dalam tanah. Curah hujan yang optimal 700-1200 mm per tahun yang tersebar selama 4-6 bulan pada saat tanam.

  • Tanah

Tidak diperlukan tanah subur tetapi lebih sesuai bila strktur tanahnya ringan, tanah yang baik bagi tumbuhnya jarak adalah tanah lempung berpasir dengan pH 5 – 6,5. Tanaman jarak sangat peka terhadap genangan air, oleh karena itu diperlukan drainase yang baik.

Pemilihan lokasi.

Sebagai pertimbangan pertama dalam pemilihan lokasi adalah jenis tanah, utamanya struktur tanah. Struktur tanah lempung berpasir adalah yang paling baik dan drainase harus baik. Tanah yang ditanami jarak harus bebas naungan agar mendapat penyinaran matahari penuh. Disamping itu juga, iklim kering terutama bulan kering selama lebih dari 3 bulan untuk mendapatkan produksi yang tinggi.

Sebagai indikator adalah tanaman kapas, apabila di lokasi tersebut tanaman kapas dapat tumbuh dengan baik berarti tanaman jarak pun akan tumbuh dengan baik karena persyaratan tumbuh dan iklim yang diperlukan hampir sama.

Teknik penanaman.

  • Pengolahan tanah

Karena sistem perakarannya banyak, diperlukan pengolahan tanah yang dalam supaya perakaran dapat mencapai persediaan air di dalam tanah pada waktu musim kering. Diperlukan pembajakan guna membasmi gulma dan memutuskan akar-akar, agar volume perakaran lebih sempurna sehingga mampu bertahan dalam musim kemarau.

  • Saluran drainase

Drainase diperlukan untuk menghindari genangan air.

  • Jarak tanah

Sistem monokultur : 2 x 1 meter populasi / Ha 5000 batang

Sistem tumpang sari : 3 x 3 meter populasi / ha 1.100 batang atau 4 x 2 meter populasi / Ha 1.250 batang

Tumpang sari sebaiknya dengan kacang hijau, kedelai, kacang tanah atau jagung.

Anjuran : Penanaman dengan tumpang sari hasilnya lebih baik dan berlipat ganda.

  • Penanaman

Cara menanam biji jarak sama dengan palawija lainnya yaitu menggunakan tugal. Sebelum ditanam, biji dicelupkan terlebih dahulu pada insektisida guna menghindari serangan hama pada awal pertumbuhan. Tanah dilubang sedalam ±3 cm, masukkan benih 1-2 butir kemudia tutup dengan tanah. Saat yang paling tepat diakhir musim penghujan diharapkan saat pertumbuhan mendapat siraman hujan ±1,5 bulan dan waktu pembuangan jatuh pada musim kemarau.

  • Penyulaman

Dilakukan setelah umur ±1 minggu agar pertumbuhan dapat seragam.

  • Penjarangan

Dilakukan pada umur ±2 minggu dengan meninggalkan pohon yang paling baik perrtumbuhannya.

  • Kebutuhan benih

Sistem monokultur : 3 kg / Ha

Sistem tumpang sari : 1 kg / Ha

Pemeliharaan.

  • Penyiangan

Dilakukan pada umur ±1 bulan dan diulang menurut keadaan.

  • Pembubunan

Dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pengairan bila perlu serta pembuatan drainase.

  • Pemupukan

Pemupukan dapat diberikan dua kali yaitu pada saat tanam dan setelah tanaman berumur 3-4 minggu. Dipakai sistem gara berimbang (NPK) dosis pemakaian per Ha 200 kg urea 100 kg TSP, 50 kg KCL

Harus dilakukan 5 hal dengan tepat:

  • Jenis, urea, TSP, KCL
  1. Jumlah
  2. Waktu
  3. Cara : Dilubang sedalam 5-7 cm
  4. Tempat : Kiri kanan pohon ±5-10 cm ( kemudian ditutup tanah)

No

Urea

TSP

KCL

Waktu

1

20 gr/btg

20 gr/btg

10 gr/btg

Saat tanam

2

20 gr/ btg

3-4 minggu setelah tan

  • Pemangkasan

Bertujuan untuk memperoleh cabang banyak sehingga produksi bertambah, dilakukan saat ketinggian ±30 cm atau  1 bulan sesudah tanam, sebelum pemupukan kedua dilakukan, dipangkas picuknya dengan 2 daun dibawahnya.

  • Pengamatan hama

Perlu dilakukan sedini mungkin ±umur 20 hari secara berkala terhadap hama Ulat srengenge (Prodenia sp), Ulat kilan (Achea sp), Telur (Heliothis sp), Keplik (Helopelthis sp)

Jenis hama.

Prodenia Lituria

Warna coklat hitam, menyerang pada malam hari, siang hari berteduh disela-sela gumpalan tanah. Telur menetas 3-5 hari, larva berkelompok memakan daun dari sebelah bawah, setelah beberapa hari larva berpencar. Gejala serangan : daun berlubang-lubang. Akibat serangan : Daun tidak berasimilasi, produksi menurun.

Achea janata

Telur terdapat pada permukaan daun bawah, menjadi kupu-kupu 1 bulan. Larva memakan dau dengan merusak lapisan kulkuta dan akhirnya memakan seluruh daun serta buah muda.

Heliothis Assulta

Telur menetas umur 2-8 hari, berkelompok memakan daun telur berada di permukaan daun berwarna putih. Menjadi kepompong dalam tanah, menjadi kupu-kupu setelah 2 minggu. Larva akan merusak pucuk, bunga dan buah muda. Stadium 2-3 minggu.

Helopelthis Antoni

Nimpe dan Imago merusak daun dengan menusuk jaringan dan menghisap cairan selnya, daun menjadi berkerut berwarna kuning dan berakibat daun tidak berasimilasi sehingga produksi menurun.

Cara penanggulangan hama.

Preventif

Benih dicelupkan insektisida dan fungisida

Mekanis

Ulat dan telurnya diambil dan dibinasakan

Kultur teknis

Pergiliran tanaman

Sanitasi

Kebersihan lingkungan tanaman

Biologi

Musuh alami seperti buruh pemakan ulat

Kimiawi

Penggunaan diazenon GDEC, thodan 35EC, sevin 855, nogos.

Pemungutan dan pengolahan hasil.

Setiap tandan, buah masaknya tidak serentak. Sebagai patokan bisa dipanen apabila buah sudah kering 60-70% atau buah kering lebih banyak dari buah yang masih hijau. Dilakukan dengan cara memotong tandan dengan pisau atau gunting yang tajam agar tidak merusak pohon atau cabang lainnya. Tandan-tandan tersebut lalu dijemur dengan dibolak-balik dan buah akan pecah, biji akan terlepas sendiri setelah 2-3 hari. Biji dan buah dipisahkan dengan cara ditampi kemudian biji dijemur lagi hingga kering untuk disimpan atau diperjual-belikan.

Standar mutu.

Kadar minyak                       Min     45%

Kadar air                                 Max      6%

Kadar kotoran                      Max      2%

Biji rusak                                 Max      3%

*Kemasan harus tertutup rapat di dalam karung.

Deskripsi jenis jarak.

Jenis

Genjah

Tengahan

Dalam

Umur panen

:

3,5 bulan

4 bulan

6 bulan

Tinggi tanaman

:

2-3 meter

2-2,5 meter

2-4 meter

Bentuk / warna

:

oval / coklat muda

oval / coklat tua

oval / coklat bintik-bintik

Hitam bintik-bintik putih

Mulai berbunga

:

2,5 bulan

2-2,5 bulan

3,5-4 bulan

Rata-rata hasil

:

8-12 ton/Ha/Thn

8-12 ton/Ha/Thn

15-20 ton/Ha/Thn

Berat per 100 biji

:

35 gr

34 gr

70 gr

Kadar minyak

:

46%

47%

49%

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: